Kamis, 03 Desember 2009

Rintih Keadilan Nenek Minah


Kamis (5/11) mungkin hari yang tidak pernah diduga akan dialami oleh Minah, perempuan paruh baya berumur 55 tahun. Perempuan asal Darmakradenan Ajibarang ini di sidangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto. Tak disangka, 3 buah kakao yang diambilnya dari kebun PT RSA 2 Agustus silam berbuah tuntutan pasal 362 KUHP. 3 buah kakao basah seharga Rp. 2.100,00 telah disusun dengan sangat rapi di BAP menjadi sebuah kronologis “mengambil barang yang sepenuhnya atau sebagian bukan hak miliknya” dengan banderol kerugian Rp.30.000,00. Dari mulutnya, tak henti komat kamit kepasrahan pada Yang Kuasa. Perempuan yang hanya mengenyam pendidikan kelas 1 SD ini terlihat begitu takut harus duduk dikursi pesakitan. Sidang yang dimulai pukul 1 siang itu, menjadi penantiannya semenjak jam 9 pagi.

Efek jera, demikian yang diungkapkan Tarno, saksi persidangan yang memberatkannya. Mandor perkebunan ini mengungkapkan, pencurian kakao seringkali terjadi di kebun PT RSA. “Kebetulan saja Mbok Minah yang tertangkap saat operasi”, demikian ungkapnya. Namun, banyak petani yang hadir di situ menjelaskan sisi berkebalikan, seringkali perkebunan dengan sengaja merontokkan buah dikebun, seolah terjadi kerusakan oleh warga sekitar perkebunan. Upaya menekan gerakan sosial rakyat yang mencoba menuntut kembali hak atas tanah yang dikelola perkebunan.

Mbok minah adalah sebuah puncak gunung es dari permasalahan yang sebenarnya begitu besar terjadi di Darmakradenan. Konflik perkebunan dengan petani Darmakradenan telah terjadi bertahun lamanya. Petani menuntut kembalinya tanah desa yang dikuasai oleh perkebunan. Lahan perkebunan RSA pada awalnya merupakan tanah desa yang disewakan Lurah setempat kepada onderneming Belanda untuk perkebunan karet. Saat zaman berganti, disaat revolusi kemerdekaan, kuasa perkebunan berpindah pada pengusaha Tionghoa dengan Hak Guna Usaha sampai awal dekade 1960-an. Saat itu, sebenarnya tanah mesti kembali kepada Desa Darmakradenan. Tapi, situasi geger Gestapu 65 menyebabkan tentara mengambil alih perkebunan dengan dalih pengamanan. Seiring waktu, tak pernah lagi tanah kembali ke pangkuan desa. Bahkan, saham perkebunan yang awalnya dimiliki koperasi Kodam sekarang melibatkan Astra, perusahaan asing untuk mengelola perkebunan kakao.

Pertambahan jumlah penduduk Darmakradenan yang pesat mengakibatkan kebutuhan lahan untuk pertanian berbanding lurus. Runtuhnya rezim Soeharto menggerakan hati petani untuk menuntut kembalinya lahan perkebunan. Dimulai pada tuntutan mengelola lahan seluas 110 hektar, yang selama ini ditelantarkan oleh perkebunan, tidak dikelola yang sebenarnya telah melanggar aturan HGU. Konflik yang berulang kali menjadikan kita patut bertanya, Seberapa jauh sebenarnya manfaat perkebunan bagi warga sekitar selama ini? Sampai kapan petani Darmakradenan mesti menuntut kembalinya tanah mereka secara utuh? Yang jelas, Mbok Minah terus merintih menuntut keadilan. Karena dua ribu seratus perak kerugian perkebunan tak pernah sebanding dengan penderitaan ratusan Kepala Keluarga di Darmakradenan dengan hadirnya perkebunan yang mencaplok lahan mereka. Dan pucat pasinya Mbok Minah akan terlihat lagi, Kamis, 12 Nopember 2009 saat dia mendengar tuntutan Jaksa. Semoga keadilan masih ada dinegeri ini.

Oleh : Wawan Sang Proletar

1 komentar:

  1. *China Berlari, Indonesia Sibuk Bermimpi*
    Budiman Soedjatmiko

    Mengapa China Melaju Cepat Melebihi Bangsa-Bangsa Lain?
    Hanya 25 tahun Sejak Reformasi Deng, China Sudah Sejajar Dengan AS Dari Segi Kemakmuran. Kini China sudah melewati Barat dari segi ilmu & teknologi. Ini terbukti dalam periode 10 tahun terakhir 60% lebih jumlah paten dunia berasal dari China
    Mengapa? Karena negara berperan efektif, fokus dan profesional.
    1. *Seluruh pejabat dan presiden adalah karir profesional. Presiden diseleksi berdasar track record kerja di pemerintahan selama 30 tahun lebih.*
    Jadi tidak berdasarkan partai politik tetspi karir profesional. Para wakil rakyat yg jumlahnya lebih dari 1000 orang dipilih dan merupakan perwakilan daerah dalam proses pemilihan yg sederhana.

    Jadi China tidak perlu ongkos untuk Pemilu dan repot membiayai wakil rakyat yang kerjanya nyinyir dan omong kosong belaka. Bayangkan saja biaya pemilu adalah 40 T hanya untuk memilih seorang presiden & wakil serta 500 wakil rakyat. Biaya yg sama cukup untuk biayai pembangunan Trans Sumatra.

    2. *Dalam segi hukum, China sangat sederhana dan murah.*
    - Mencuri dengan kekerasan, hukuman mati.
    - Korupsi di atas Rp. 1 miliar, hukuman mati,
    - Mencuri ringan tanpa kekerasan, hukumannya kerja paksa.
    - Korupsi dibawah Rp. 1 miliar kerja paksa.
    - Kejahatan sosial seperti PSK, berjudi secara ilegal, berdagang di tempat terlarang, hukumannya kerja paksa.
    Lama kerja paksa tergantung kadar hukumannya. Proses peradilan di China juga sederhana dan murah. Makanya China tidak butuh banyak pengacara dan penjara. Bayangkan jika 1,3 miliar penduduk menerapkan hukum seperti Indonesia, berapa banyak penjara harus disediakan dan pengacara harus dibiayai negara.

    Selain itu kerja paksa selalu diarahkan negara untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan, misalnya pembuatan jalan, saluran air dsb. maka para tahanan dipekerjakan secara produktif.

    3. *Semua orang bisa pinjam uang ke bank tanpa jaminan karena semua asset milik negara dengan bunga yang sangat murah sekitar 3% per tahun dan 0% jika di investasikan di luar negeri.*

    Semua bank milik negara jadi ngemplang hutang = korupsi, di atas Rp 1 miliar hukuman mati. Di bawah Rp. 1 miliar kena hukuman kerja paksa.
    Semua boleh berdagang di tempat yang disediakan pemerintah. Apabila dagangan tidak laku karena pemerintah salah menempatkan, maka kerugian ditanggung negara tapi kalau kerugian karena malas, maka di black list untuk berdagang, di China tidak ada tempat untuk orang malas.

    4. *Agama tidak dilarang untuk dianut oleh siapapun namun dilarang mengorganisir orang banyak untuk kepentingan politik atas nama agama.*

    Pengalaman berbangsa beribu-ribu tahun mengajarkan kepada mereka bahwa hidup damai itu adalah berkah yang luar biasa dan bukan pemberian gratis tapi harus diperjuangkan.
    Kehidupan masyarakat yang damai, politik yg stabil, hukum yg tegas tapi sederhana dan murah serta akses kredit perbankan yg terbuka bagi semua orang
    menggerakkan seluruh rakyat China untuk fokus membangun. Enerji pembangunan dari 1.3 M rakyat inilah yang membuat China terus berlari.

    Bagaimana dengan Indonesia?? Terus sibuk berpolitik dan rakyatpun dibuai berbagai janji-janji yang membuat mereka sibuk bermimpi.

    Sebagian rakyat Indonesia di buat mabok agama, diancam neraka dan di iming2i sorga, jadi lupa berkarya.....πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Deng Xiao Ping bilang:
    _*Tidak peduli warna bulu kucing hitam atau putih, Asal bisa menangkap tikus.*_ πŸ±πŸ¦ŠπŸΎπŸΎπŸΎπŸ€πŸ

    Ini beneran komentnya bung

    BalasHapus